Wednesday, 29 February 2012

CurhatKita

CurhatKita


Tuhan Kadang Mengabulkan Do'a Kita dengan Cara yang “Unik” dan Tak Pernah Terbayangkan

Posted: 29 Feb 2012 05:15 AM PST

Oleh Tarjum

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga dari sebuah pengalaman.

Saya ingin berbagi pengalaman dan pembelajaran ini dengan anda. Saya harap ini akan bermanfaat juga untuk anda.

Sejak sekitar beberapa waktu yang lalu saya didera sebuah masalah yang cukup berat dan melibatkan pihak ketiga. Maaf saya tak bisa cerita detailnya.

Saya ibarat terhimpit beban berat yang membuat saya sulit bergerak dan bernafas. Saya merasa tak ada seorangpun yang bisa membantu mengatasi masalah saya. Saya harus berjuang sendiri untuk mengatasinya.


Ikhtiar dan Do'a

Saya mencoba berbagai macam cara untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun tak kunjung berhasil.

Sambil tetap ikhtiar, saya berdo'a memohon petunjuk dan pertolongan-Nya. Di sepertiga malam yang sunyi, saya bangun dan mengambil air wudlu, lalu sholat Tahajud dan memanjatkan do'a.

Saya bersimpuh dengan segala kerendahan dan kefanaan diri di hadapan-Nya yang maha agung. Saya memohon ampunan atas segala salah dan dosa tak terhingga yang telah saya perbuat.

Saya curahkan semua isi hati di hadapan-Nya. Saya ceritakan semua masalah kepada-Nya. Saya memohon petunjuk dan pertolongan-Nya, agar bisa menemukan solusi terbaik dari masalah yang saya hadapi. Saya tak kuasa menahan air mata, layaknya seorang anak yang menangis di hadapan orang tuanya.

Saya merasa, tak ada apa pun dan siapa pun yang bisa menolong saya. Tapi, saya yakin sepenuh hati, Allah akan menolong saya. Dengan cara apa Dia akan menolong? Saya belum tahu.


Jawaban Do'a

Besoknya saya kedatangan tamu, seorang wanita paruh baya. Penampilan dan cara bicaranya terkesan religius. Saya pernah dengar namanya tapi baru bertemu orangnya saat itu.

Saya berpikir, inikah jawaban atas do'a-do'a saya selama ini? Melalui orang inikah Allah akan menolong saya?

Dia (sebut saja KS), mengetahui dan memahami masalah saya. Dia menawarkan solusi, bagaimana cara terbaik untuk mengatasi masalah saya. Tutur katanya sangat meyakinkan bahwa dia seorang yang berilmu.

Singkat kata saya tertarik dengan solusi-solusi yang dia tawarkan untuk membantu mengatasi masalah saya. KS meminta sejumlah uang sebagai imbalan. Saya menyetujuinya.

Ternyata tanpa sepengetahuan saya, KS menghubungi istri saya dan menyuruh dia datang ke tempatnya dengan membawa sejumlah uang. Dia bilang ini menyangkut saya dan harus segera diselesaikan. Anehnya KS meminta istri saya merahasiakan pertemuan itu dan apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.

Tapi, istri tak pernah berbohong kepada saya. Dia ceritakan semuanya tentang pertemuan dengan KS dan apa saja yang dibicarakannya. Dari sana saya mulai curiga, ada motif lain dibalik niat baiknya menolong kami.

Saya yang awalnya yakin bahwa orang ini sebagai jawaban dari do'a saya dan akan memberi solusi untuk mengatasi masalah saya, jadi ragu.


Nasihat dari Teman yang Bijak

Karena saya curiga dengan niat baik KS, saya menemui seorang teman (sebut saja Yusup) tempat saya curhat dan meminta pendapat. Selama ini dia selalu memberi saran-saran yang logis dan bijaksana atas masalah-masalah saya.

Dari Yusup itulah saya mendapat informasi lebih jelas tentang KS dan sepak terjangnya. Yusup meminta saya untuk berhati-hati dengan KS, karena reputasi dia kurang baik.

Inilah skenario Tuhan yang luar biasa. Allah seolah menjawab do'a saya dengan mengirim KS menemui saya. Ternyata KS ini punya motif lain dengan menawarkan diri untuk membantu saya. Tapi saya justru mendapat sebuah informasi penting dari KS yang akan menentukan langkah saya selanjutnya untuk mengatasi masalah .
Lalu saya dipertemukan dengan Yusup teman baik saya. Dia memberikan saran-saran yang bijak dan logis. Dengan informasi yang saya dapat secara tak langsung dari KS dan saran-saran dari Yusup. Saya mulai mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah saya.

Dan alhamdulillah, saya bisa mengatasi masalah tersebut dengan baik.


Teringat Cerita Film "Lord Of The Rings"

Penjalanan Prodo dan Sam sebagai dua Hobbit pembawa cincin terakhir yang lolos dari kejaran para hantu cincin, menuju gunung api Mordor, negeri penguasa kegelapan.

Mereka didampingi Gollum (Smeagol) yang licik dan jahat. Gollum berniat menjebak mereka berdua dan merebut cincin dari tangan Prodo. Namun di akhir cerita Gollum yang sebenarnya berniat jahat kepada sang pembawa cincin, justru menjadi 'penyelamat' bagi Prodo. Dengan bantuan tak langsung dari Gollum, Prodo berhasil menghancurkan cincin penguasa kegelapan itu di kawah gunung merapi Mordor. Dan Gollum pun ikut hancur karena kelicikan dan keserakahannya sendiri.

Klo ingin tahu kisah lengkapnya yang dramatis, eksotis dan mengesankan, silakan beli CD-nya. Barangkali masih ada, karena ini film lama :)

Sekenario seperti itulah yang saya alami dalam salah satu cerita kehidupan saya.

Dengan menceritakan kisah ini, saya tak bermaksud membanggakan diri atau sok religius, Tidak! Bukan itu maksud saya! Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan pembelajaran.

Inti pesan dari cerita ini adalah :

Tuhan maha mendenger dan akan mengabulkan do'a-do'a kita jika kita memanjatkannya dengan tulus dan penuh keyakinan.

Tuhan akan mengabulkan do'a-do'a kita melalui tangan hamba-hambanya. Kadang dengan cara yang tak terduga, bahkan tak terbayangkan.

Tapi, do'a tetap harus diiringi dengan ikhtiar maksimal, karena pertolongan Tuhan tak akan turun dari langit. Ikhtiar kita akan menjadi jalan terkabulnya do'a kita.

Jadi, jika anda punya masalah, ikhtiar dan berdo'lah. Semoga Tuhan menunjukan solusi terbaik untuk anda. Amin.

Tuesday, 21 February 2012

CurhatKita

CurhatKita


Skizofrenia dalam Bait-Bait Puisi

Posted: 21 Feb 2012 04:13 PM PST

Seorang facebooker yang tergabung di grup KPSI (Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia) menuangkan suasana hati dan pikiran seorang skizo ke dalam bait-bait puisi nan indah dan penuh makna.

Puisi ini juga disertai penjelasan detail tentang makna dibalik kalimat-kalimat puitisnya.

"Puisi ini saya persembahkan untuk sesama penderita skizofrenia agar mempunyai semangat dalam hidupnya. Pesan saia jangan menyerah kawan, jangan menyerah!" kata sang penulis.

Silakan simak dan renungkan bait-bait puisinya.


Lingkar Mukjizat


Oleh Egi David Perdana

kurebahkan diri di pinggiran intuisi

dimana di sana mengalir isyarat-isyarat hikmat

menantikan sandi-sandi aksara berbisik kepadaku

disela-sela penantianku aku menatap masa depan yang teruntai

adakah satu yang tersyukuri itu untukku?

sedangkan sepucuk curiga berkata

"ah esok tak pernah mau menggenggam tanganmu"

aku menjadi putus asa dan berharap layu

memimpikan diriku menjadi sebuah ketiadaan

karena........

sakitku



tetapi perlahan-lahan sang qolbu menebas curiga dengan kasihnya

cahaya yang mulanya ambruk pun mulai membangun dirinya kembali

lalu sekepak asa berubah menjadi pilar-pilar kokoh

melindungiku dari dosa-dosa yang tak bisa mati

dan kini kutahu hari esok mau menjalani hidup denganku

bersedia menunggui kedatangan sukacita yang kuharap-harap

kemudian pada lembayung yang tirainya terurai kisahku

kuguratkan sebingkai kalimah

pada mereka yang juga adalah aku, bahwa

jangan menyerah kawan

jangan menyerah



Makna:

Pada bait pertama, ada kata intuisi yang berarti suara hati. Disini saya ingin menggambarkan bahwa penderita skizo terlalu menggantungkan diri pada suara hatinya, pada suara-suara yang ada di dalam dirinya yang disini saya istilahkan dengan merebahkan diri. Intuisi sendiri juga bisa bermakna pengetahuan tentang sesuatu tanpa memikirkan atau mempelajarinya. Jadi penderita skizo termasuk saya pun jika mendapatkan pendengaran-pendengaran di dalam jiwa langsung menganggapnya nyata tanpa mempelajarinya apakah itu nyata atau bukan.

Dilanjutkan di bait kedua, yang kurang lebih memiliki makna bahwa di dalam suara hati yang tersimpan kegalauan tersebut terdapat rahmat dari Tuhan, bahwa di dalam penderitaan kita itu Tuhan menyimpan rencana agar kita bisa mengerti bahwa sebenarnya duka itu juga baik, bahwa seseorang tidak dianggap dewasa di mata Tuhan jika kita tidak ditempa dalam ujiannya.

Kemudian pada bait ketiga, digambarkan sang tokoh itu sedang menunggu bisikan-bisikan selanjutnya yang ia nikmati, maksudnya dia terlena dengan halusinasi-halusinasi kotor yang ada di dalam jiwanya tanpa sadar dan mensyukuri bahwa ada rencana besar Tuhan dibalik itu semua, namun yang dilakukan sang tokoh hanya diam menunggu tanpa berusaha.

Coba lihat antara bait satu sampai ketiga yang hanya dilakukannya hanyalah merebahkan diri dan menunggu padahal sudah diperkuat oleh bait kedua bahwa di antara suara-suara jiwa itu terdapat isyarat-isyarat hikmat yang mengalir yaitu rahmat Tuhan dan manusia harus berusaha mencarinya sendiri dan jika digambarkan dengan seorang skizo maka si penderita harus mencari kesembuhannya dengan usaha gigih dari dirinya sendiri. Percuma keluarga penderita berusaha mengobatinya tapi tidak ada kesadaran dari dirinya sendiri.

Pada bait ke empat, dimana si penderita masih terus menunggu tanpa adanya usaha dari dirinya sendiri mulai melihat masa depan yang ada di depannya, bagaimana dia nanti menghidupi keluarganya, bagaimana pandangan masyarakat pada keluarganya yang menanggung aib karena penyakitnya dianggap memalukan dan juga apakah cita-citanya kelak akan tercapai dan saia mengistilahkan itu dengan kata untaian.

Pada bait selanjutnya si tokoh bertanya kepada Tuhan "adakah satu yang tersyukuri itu untukku?" maksudnya adalah si tokoh mengharapkan masa depan yang cerah "adakah masa depan yang akan membuat si tokoh bersyukur?"
Masa depan yang diidam-idamkan penderita skizo yaitu kesembuhan dan perlakuan layak dari masyarakat. Tetapi pada bait selanjutnya sedikit rasa curiga si tokoh membuat asa dari si tokoh memudar dalam pikiran yang diracuni rasa curiga.

Si tokoh. di bait selanjutnya bergumam dalam hati bahwa tidak ada hari esok untuk penderita skizo seperti dia yang saia gambarkan dengan kalimat "ah esok tak pernah mau menggenggam tanganmu" Saia gunakan istilah menggenggam tangan dengan alasan bahwa hari esok atau masa depan dan kita itu sebetulnya bagai sepasang kekasih jika kita percaya kepadanya dia akan setia tetapi jika tidak dia akan pergi. Ya hari esok akan setia jika kita percaya dan berusaha dan hari esok akan pergi jika kita diam dan berputus asa.

Dari bait-bait sebelumnya terdapat kesimpulan pada bait selanjutnya bahwa hal itu membuat sang tokoh sangat putus asa dan berharap mati yang saya istilahkan dengan layu. Dan mati disini bukan hanya mati sebagai manusia tetapi juga matinya harapan dan masa depan si tokoh.

Kemudian di bait selanjutnya karena keputus asaan si tokoh berharap dirinya menjadi sebuah ketiadaan, berharap dirinya tidak pernah ada dan dirinya hanyalah khayalan bahkan lebih dari itu. Ketiadaan yang saya maksud benar-benar ketiadaan yang sebenarnya yaitu sama sekali tidak ada, tidak pernah terlahir, tidak pernah tercipta dan tidak pernah merasakan hidup.

Lalu di bait kesepuluh dan kesebelas si tokoh mengutarakan penyebabnya kenapa si tokoh putus asa, merasa tidak mempunyai masa depan dan ingin menjadi suatu ketiadaan? Jawabannya adalah karena penyakit yang ia derita. Tetapi si tokoh mempunyai nurani yang saya gambarkan sebagai qolbu. Hati nurani si tokoh membuang jauh-jauh semua yang telah dipikirkannya dan sedikit demi sedikit rasa curiga terkikis dari hatinya. Saya menggambarkan dengan kata "menebas curiga dengan kasihnya" maksudnya adalah si tokoh dengan hati nuraninya meluluhkan rasa curiga dengan pikiran yang positif. Ya kasih disini bisa diartikan sebagai pikiran yang positif.

Lalu di bait selanjutnya yang dimaksud dengan "cahaya yang ambruk" adalah masa depan si tokoh yang sudah hancur. Jadi dengan pikiran positif si tokoh, masa depan yang tadinya hancur berkeping-keping mulai tertata kembali, mulai terlihat dengan jelas kembali yang saya istilahkan dengan "membangun dirinya kembali".

Dibait selanjutnya yang saya maksud dengan sekepak asa adalah sedikit harapan yang bangkit karena nurani atau qolbu, bagaikan burung yang lemah bila terbang dengan satu kepakan karena pikiran positif si tokoh. Harapan yang tadinya diumpamakan dengan kata sekepak bisa juga setetes, sebilah atau sejumput, harapan yang tadinya sangat kecil bahkan sama sekali tidak ada berubah menjadi pilar-pilar yang kokoh menjadi penyangga bagi masa depan si tokoh, ya harapan adalah penyangga untuk hari esok.

Di bait selanjutnya maksudnya adalah harapan yang menjadi penyangga hidup yang juga ada pikiran positif di dalamnya yang berasal dari nurani meluluhkan pikiran-pikiran aneh dan buruk, rasa curiga, rasa frustasi yang saya gambarkan dengan istilah "dosa-dosa yang tak bisa mati". Dan kenapa melindungi bukan membunuh? karena selama penderita skizo belum dikatakan dianggap sembuh hal-hal seperti itu akan tetap ada dalam pikirannya.

Nah agar hal-hal negatif itu minimal tidak timbul lagi maka pikiran positif dari nurani dan harapan si tokoh yang menjadi pilarnya, yang diibaratkan hal-hal negatif itu sebagai virus dan pikiran positif itu sebagai anti-virusnya.

Di bait selanjutnya akhirnya si tokoh percaya bahwa akan ada hari esok untuknya karena pikirannya yang positif. Dan maksud bait selanjutnya adalah bahwa karena pikiran positif dari nurani itu si tokoh itu menjadi percaya bahwa sukacita atau kebahagiaan akan datang dan hal itu bisa terjadi karena adanya dalam tanda kutip "kesetiaan" dari pikiran positif makanya saya istilahkan hal itu dengan "bersedia menunggui".

Dan di bait selanjutnya yang saya maksudkan dengan lembayung adalah pengalaman dan orang-orang mempunyai pengalamannya sendiri-sendiri. Penderita skizo punya pengalamannya sendiri-sendiri sebagai cerita, yang mana cerita itu saya istilahkan dengan tirai.

Di bait selanjutnya maksudnya ialah si tokoh berbagi pengalamannya, berbagi apa yang ia rasakan kepada sesama penderita skizofrenia dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan dan nasehat-nasehat apa yang mesti dilakukan agar bisa menemukan kebahagiaan. Kalau saya sederhanakan adalah orang yang melakukan seminar-seminar kegiatan jiwa demi kesembuhan penderita skizo yang lain dan sungguh bait ini saya terinspirasi dari bung Anta Samsara pengarang buku "Gelombang Lautan Jiwa".

Di bait selanjutnya kalimat "pada mereka yang juga adalah aku" maksudnya adalah sesama penderita skizofrenia dan di bait-bait terakhir ditutup dengan kalimat "jangan menyerah kawan" yang diulang sebanyak dua kali maksudnya adalah agar penderita skizo tidak menyerah dengan keadaan yang dia alami karena masih ada nurani dari Tuhan yang akan memberikan pikiran positif dan menjaga kita, pokoknya jangan menyerah.

Dan kenapa puisi ini saya beri judul "Lingkar Mukjizat", karena dari phrase pertama diceritakan si tokoh mengalami keputus asaan dan pada phrase kedua Tuhan menanamkan pertolongannya lewat hati nurani sang tokoh yang saya anggap hal itu bagaikan sebuah roda nasib atau lingkaran.

Saturday, 18 February 2012

Cewek Bisa Pake

This summary is not available. Please click here to view the post.

CARI JODOH ONLINE

CARI JODOH ONLINE


CARI JODOH GADIS ANGGUN STAF PERBANKAN SIAP NIKAH

Posted: 17 Feb 2012 08:04 AM PST

Kenalkan namaku Tita.
Usia 37th.
Status gadis siap nikah.
Aku bekerja di sebuah bank BUMN.
Memiliki ciri fisik Tb.160cm/50kg, kulit kuning.
Aku tipikal wanita yang sabar, smart, energik.
Sangat mendambakan jejaka yang smart karena aku sudah bosan menjomblo.
Ingin kenal denganku?
Cukup hubungi pihak admin "Cari Jodoh Online".
Aku tunggu kalian yach...
Maaf, hanya untuk yang serius saja & juga siap nikah!

CARI JODOH JANDA BLASTERAN EROPA PENGUSAHA MULTI TALENTA

Posted: 17 Feb 2012 07:31 AM PST

Julia namaku.
Diriku lahir di tahun 1941.
Walau sudah berumur tetapi paras awet muda & masih cantik terawat.
Status diriku janda cerai mati.
Aku blasteran Eropa.
Ciri2 fisik Tb.170cm/60kg, kulit putih bersih.
Aku memiliki  pabrik, restoran, dan sebuah sekolah.
Bisa dikatakan hidupku sangat2 berkecukupan, tetapi aku tidak pernah melupakan sekitarku.
Dalam kesendirian ini sangat terasa hampa jika tidak ada pasangan hidup.
 Aku mendambakan pria yang berstatus duda, yang tidak matre, dan mapan.
Ingin tahu diriku lebih dalam?
Hubungi pihak admin "Cari Jodoh Online".
Aku berharap bisa temukan jodohku disini.

CARI JODOH GADIS MEDICAL REPRESENTATIVE CANTIK LEMBUT

Posted: 17 Feb 2012 07:08 AM PST

Hai namaku Laras.
Usia 30th.
Status gadis jomblo yang sedang menanti jodoh sejati.
Ciri2 fisikku Tb.160cm/48kg, kulit putih, rambut panjang ikal.
Aku bekerja sebagai MR di sebuah perusahaan farmasi.
Aku gadis yang mandiri, agak sedikit manja, smart, dan humoris.
Pria yang kudamba jejaka yang siap nikah, serius, dan setia.
Ingin kenal denganku?
Kalian bisa hubungi pihak admin "Cari Jodoh Online".
Salam perkenalan kalian aku tunggu.

CARI JODOH JANDA C-MATI CANTIK BERJILBAB SPV + PENGUSAHA SUKSES

Posted: 17 Feb 2012 05:41 AM PST

Ass...
Nama saya Asty.
Usia 49th.
Ciri2 fisik saya Tb.160cm/60kg, kulit putih.
Saya janda cerai mati.
Anak saya 3 orang yang sudah mandiri semua.
Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan saat dengan jabatan SPV.
Saya juga aktif sebagai pengusaha di bidang elektronik & otomotif.
Alhamdullillah saya juga mempunyai kost2an.
Dalam hal materi saya bisa dikatakan sudah mapan.
Tetapi apalah artinya jika tidak punya pasangan untuk menikmati sisa hidup dimasa tua.
Saya mendambakan duda yang matang dalam berpikir & bertindak.
Seseorang yang bisa menjadi imam keluarga untuk saya.
Pria yang mau menerima saya karena diri saya bukan hal materi.
Jika anda ingin mengenal saya lebih dekat, silakan hubungi pihak admin "Cari Jodoh Online".
Siapa tahu kita berjodoh.
Wass...

Thursday, 2 February 2012

Cewek Bisa Pake

This summary is not available. Please click here to view the post.

CurhatKita

CurhatKita


Rekaman Wawancara Tentang Bipolar Dengan Penyiar Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Posted: 02 Feb 2012 05:00 AM PST

Oleh Tarjum

Selama ini, kita (saya dan anda sekalian) hanya saling menyapa, berbagi pengalaman dan informasi melalui deretan kata-kata di layar komputer. Saling memperlihatkan wajah kita melalui foto-foto profile di blog, facebook, twitter dan situs media sosial lainnya.

Saat chating di Yahoo Masangger atau Facebook, kita hanya bisa berimajinasi, membayangkan wajah, postur tubuh dan suara teman chating kita.

Kali ini saya ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Saya ingin berkomunikasi dengan anda melalui suara, walaupun hanya komunikasi satu arah.

Saya pernah diwawancara via telepon oleh Rina Sitorus, Programmamaker Radio Nederland Wereldomroep (RNW) siaran Indonesia di Belanda, dengan topik pengalaman bipolar saya. Hasil wawancara tersebut selain diposting dalam format tulisan (artikel) di website RNW dengan judul "Gangguan Bipolar: Bisa Sembuh Dengan Curhat?", juga ditampilkan dalam format audio.

Anda bisa mendengar suara saya melalui file audio rekaman wawancara tersebut. Suara saya tidak terlalu bagus, tapi itulah suara terbagus yang saya miliki dan saya syukuri :).

Dalam rekaman wawancara ini juga ada selingan wawancara tentang gangguan bipolar antara Rina Sitorus dengan Fernie, seorang profesional keswa di Belanda.

Jika anda ingin mendengarkan rekaman wawancara tersebut, silakan kirim email ke sivalintar@yahoo.com, dengan subject "Wawancara Bipolar" atau tuliskan alamat email anda di kolom komentar. File audio wawancaranya akan saya kirim via email.

Mungkin diantara anda ada yang bertanya-tanya dalam hati, "Mengapa file audio wawancaranya nggak diupload di blog, biar bisa langsung didengar?"

Nggak ah, nanti dikira mau pamer suara merdu (menurut ukuran saya)..he..he..
Rekaman ini hanya untuk yang mau dengar aja. Yang gak mau ya jangan.