CurhatKita |
| You are subscribed to email updates from Curhatkita To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
CurhatKita |
| You are subscribed to email updates from Curhatkita To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
CurhatKita |
| Haruskah Menceritakan Semua Masalah Kejiwaan yang Anda Rasakan Kepada Psikiater? Posted: 25 Dec 2011 10:26 PM PST Oleh Tarjum Ada seorang gadis (sebut saja Ira) yang curhat via email. Berikut curhatnya :Minggu kemarin saya kembali konsul kepada psikiater saya. Seperti biasa dokter selalu menanyakan bagaimana keadaan saya? Apa ada masalah? Masih suka BT? Kadang kalau ditanya dokter saya selalu ingin bilang kalau saya baik-baik saja. Walau ada unek-unek dihati saya, Pada akhirnya saya bercerita juga bahwa saya ada sedikit masalah akhir-akhir ini dengan ibu saya Saya menceritakan panjang lebar pada dokter sambil sekuat tenaga menahan air mata yang memang selalu ingin menetes, Entah kenapa setiap saya bercerita pada dokter saya memang sering ingin nangis. Kadang masih bisa saya tahan, tapi kali ini agak sulit, sehingga dokter pun sadar kalau saya menangis. Setelah selesai konsul saya diberi obat dengan dosis yang dinaikkan setengah, Saya sempat bertanya, "Dok, kok ditambah lagi dosisnya? Dokter bilang,soalnya sayanya masih nangis atau mungkin mudah terharu. Nah, saya meminta pendapat dari mas Tarjum, Sebenarnya sebesar apa sih peran psikiater bagi ODB? Dan apakah kita tidak boleh menceritakan seluruh masalah kita sama psikiater jika alasannya karena takut di tambah dosis? Terus untuk apa kita konsul? Apa yang dialami Ira, mungkin dialami juga oleh teman-teman ODB yang lain. Karena itu obrolan via email tersebut saya share di blog ini. Dengan harapan bisa menjadi bahan perbandingan dan pertimbangan jika anda mengalami hal yang sama. Berikut jawaban saya untuk Ira : Konsultasi dengan psikiater perlu untuk memantau kondisi psikis anda. Anda harus menceritakan apa yang anda rasakan dengan jujur dan jelas, agar psikiater bisa menganalisa dan memahami kondisi psikis anda. Tapi jangan menjadi ketergantungan, anda harus bisa mengenali dan mengelola kondisi psikis anda sendiri. Karena pada akhirnya anda harus bisa mandiri. Waktu yang dimiliki psikiater pun tentunya sangat terbatas, tidak bisa mendengarkan semua keluh kesah anda. Misalnya ketika anda punya masalah dengan ibu, anda harus belajar mengelola suasana hati. Anda harus belajar mengelola dan mengatasi konflik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja atau lingkungan pergaulan anda. Untuk penanganan medisnya anda konsultasi dengan psikiater. Jika anda merasa lebih dekat dengan ayah, komunikasikan masalah anda dengan ayah agar dia bisa memahami dan membantu. Lebih bagus jika anda juga punya teman atau seseorang untuk curhat dan berbagi. Karena kadang ada hal-hal yang tak bisa diceritakan kepada orang tua. Anda juga harus terus belajar tentang segala hal. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang problem psikis yang anda alami, agar anda bisa mengelola suasana hati anda dengan lebih baik. Intinya agar anda bisa mandiri, tidak tergantung kepada psikiater, orang tua, saudara, teman atau sahabat. Karena andalah yang paling mengerti kondisi psikis anda. Andalah yang paling bertanggung jawab terhadap pemulihan kondisi psikis anda. Ini bukan berarti anda tak butuh bantuan orang lain. Karena sebagai mahluk sosial kita saling tergantung satu sama lain dalam batas-batas tertentu. Yang tak boleh adalah jika anda terlalu tergantung kepada orang lain. Ini memang butuh waktu. butuh ketekunan, kegigihan dan kesabaran. Anda harus menjalaninya setahap demi setahap. Nikmati saja prosesnya, cermati perkembangannya dan syukuri jika ada kemajuan, sekecil apa pun itu. Soal dosis obat yang dinaikan, ikuti saja saran psikiater. Karena psikiater menurunkan atau menaikan dosis obat tentunya dengan analisa dan pertimbangan medis sesuai kondisi psikis anda. Dosis obat bisa dikurangi secara bertahap sesuai perkembangan kondisi psikis anda. Anda punya saran untuk Ira? Silakan sampaikan di komentar. Saya akan meneruskan saran anda padanya. Jika menurut anda artikel ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini. Foto Ilustrasi : http://www.guardian.co.uk/ |
| You are subscribed to email updates from Curhatkita To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Cewek Bisa Pake |
| Posted: 19 Dec 2011 04:27 AM PST
| |||||||
| You are subscribed to email updates from Cewek Bisa Pake To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
CurhatKita |
| EBook tentang Gangguan Bipolar akan Rilis Januari 2012 Posted: 19 Dec 2011 04:57 AM PST Oleh Tarjum Ebook ini saya beri judul "Berdamai Dengan Bipolar"Untuk apa saya membuat ebook tentang gangguan bipolar? Berikut 2 alasan utamanya : 1. Jawaban untuk Pertanyaan Teman-Teman ODB Banyak teman ODB atau keluarganya yang bertanya tentang gangguan bipolar. Mereka biasanya bertanya via telepon, sms, email dan facebook (pesan, chat, status dan komentar). Yang mereka tanyakan seputar gangguan bipolar yang pernah saya alami. Apa penyebabnya, bagaimana gejalanya, bagaimana cara saya mengatasinya, terapi apa yang saya jalani, obat apa yang pernah saya minum. Saya jelaskan kepada mereka bahwa saya bukan psikiater, psikolog atau professional keswa. Saya hanya orang yang pernah mengalami gangguan bipolar dan ingin berbagi pengalaman dan pemahaman tentang bipolar. Saya berusaha menjawab pertanyaan mereka semampu saya. Apa yang saya tahu dan saya fahami tentang bipolar. Namun tentu saja jawaban saya hanya pokok-pokoknya saja, tidak mendetail dan mendalam. Selain jawaban langsung, biasanya si penanya saya arahkan ke salah satu artikel bipolar di blog. Namun, saya merasa apa yang saya sampaikan kepada mereka belum memadai, hanya penjelasan sepotong-sepotong. Kadang saya khawatir mereka tidak memahami apa yang saya maksud. 2. Kesulitan Mendapatkan Buku Cetak Kepada teman-teman ODB atau keluarganya yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lengkap tentang bipolar, biasanya saya sarankan untuk membeli buku saya "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Namun bagi mereka yang tinggal di daerah, mengalami kesulitan untuk membeli buku tersebut. Karena bukunya hanya tersedia di TB. Gramedia dan toko-toko buku terkemuka yang ada di kota-kota besar. Ada juga beberapa orang teman yang belum bisa membeli buku tersebut karena stok buku di TB. Gramedia terdekat sudah habis. Mau tak mau dia harus mencari di tempat lain. Itulah 2 alasan utama, mengapa saya membuat ebook tentang gangguan bipolar. Kelebihan Ebook dari Buku Cetak Salah satu kelebihan ebook dibanding buku cetak adalah proses distribusinya yang mudah. Bisa dikirim langsung via email atau didownload di member area (jika dipasarkan dengan sistem affiliasi). Ebook bisa dikirim langsung kepada pembeli kapanpun dan dimanapun dia berada asal ada koneksi internet. Proses transaksinya lebih mudah dan cepat. Proses pemesanan, pembayaran sampai pengiriman ebook bisa dilakukan secara online. si pembeli dan si penjual bahkan tak harus beranjak dari depan komputer. Jadi, ketika ada teman ODB, keluarga atau seseorang yang bertanya tentang bipolar, saya bisa mengarahkannya untuk membaca ebook ini. Sehingga mereka bisa mendapatkan penjelasan yang cukup lengkap dan memadai tentang gangguan bipolar. Saya pun tidak khawatir mereka salah faham dengan penjelasan yang hanya sepotong-sepotong. Tim Editor Untuk mengoreksi naskah ebook ini dari segi isi maupun redaksional, saya meminta bantuan kepada 6 orang yang memiliki pengalaman, pemahaman, pengetahuan dan wawasan yang luas tentang gangguan bipolar. Saya banyak belajar tentang bipolar dari 6 sahabat online yang saya hormati ini. Mereka adalah : 1. Prof. Dr. Ling Tan, Professor of Psychiatry di Pennsylvania Psychiatric Institute & Pennsylvania State University 2. Yeni Rosa Damayanti, Ketua Umum PJS (Perhimpunan Jiwa Sehat) 3. Bagus Utomo, Ketua Umum KPSI (Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia) 4. dr. Tika Prasetiawati, Aktivis Keswa 5. Arie Dabo (Arie Qurniawan), Penyandang Bipolar yang Tak Pandai Menyerah 6. Aniek Wijaya, Teman Dekat Bipolar Kata Pengantar Pengantar ahli untuk ebook ini ditulis oleh seorang psikiater yang sangat aktif menulis di berbagai media (online maupun offline). Dr. Andri, SpKJ, Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik RS OMNI, Alam Sutera. Teman Facebooker dan blogger di Ebook Bipolar Ebook ini bukan hanya tulisan saya, ada beberapa teman facebooker dan blogger yang tulisannya menjadi bagian dari ebook ini. Diantara mereka adalah : Juminten Larasati, Inilah Diriku, Dian Nugraha, Dee Wardani, Veronica, Robi Krucil, Arie Dabo, Aniek Wijaya, Heri Pureness, Islandria Gobed, Kristi Swastiani dan Elma Marviani. Konten EBook Materi ebook ini merupakan 46 artikel pilihan di blog Curhatkita yang saya tulis selama 3 tahun (Oktober 2008 – Oktober 2011).Segala hal yang saya alami, ketahui, pikirkan dan fahami tentang gangguan bipolar saya tuangkan dalam ebook. Ada juga curhat dan artikel tentang bipolar dari beberapa teman ODB dan aktivis keswa yang menjadi bagian dari ebook ini. Apa saja materi yang dibahas dalam ebook? Ebook ini terdiri dari 5 bagian. Setiap bagian terdiri dari beberapa sub bagian tulisan dengan topik yang berbeda namun saling terkait. Dari mulai definisi, opini, curhat saya, curhat beberapa teman ODB dan keluarga ODB. Bagian akhir dari ebook ini menjelaskan beberapa solusi penanganan bipolar, baik solusi medis maupun alternatif. Tentu saja ebook ini tidak menjelaskan segala hal dari A sampai Z tentang gangguan bipolar. Tidak juga bisa menjawab semua pertanyaan atau memberi solusi atas semua permasalahan tentang bipolar. Tak ada satu pun buku atau ebook yang bisa melakukan semua itu. Tapi, paling tidak ebook ini bisa memberi sumbangan pemikiran dan pemahaman yang proporsional tentang apa dan bagaimana sebenarnya gangguan bipolar. Anda mungkin tidak sependapat dengan apa yang saya paparkan dalam ebook ini. Itu wajar, karena gangguan bipolar baik penyebab, gejala, tipe dan karakteristik gangguannya sangat personal, kompleks dan multi faktor. Gangguan bipolar yang saya alami mungkin berbeda dengan yang anda alami, baik penyebab, gejala maupun cara penanganannya. Terapi yang cocok untuk saya, belum tentu cocok untuk anda. Tapi, dari perbedaan itulah kita bisa saling belajar, membandingkan dan akhirnya bersama-sama mencari solusi terbaik penanganan bipolar. Dari pembelajaran itu kita bisa berbagi dengan yang lain tentang segala hal yang terkait dengan bipolar. Tema dan Format Tulisan yang Beragam Artikel-artikel dalam ebook ini ditulis dengan bahasa keseharian yang sederhana dan mudah difahami oleh siapa saja. Tema dan format tulisannya beragam. Selain membahas teori-teori tentang bipolar, juga menampilkan cerita pengalaman pribadi, cerita teman-teman ODB, cerita inspiratif, cerita cinta sampai catatan dan obrolan di facebook. Salah satunya adalah cerita empat orang perempuan bipolar dengan latar belakang yang berbeda. Mereka menceritakan pengalaman bipolar dengan gaya bahasa masing-masing yang unik dan inspiratif. Tak kalah menarik, pernyataan seorang bipolar tentang cinta : "Mencintai seorang bipolar harus siap untuk memberi memberi dan memberi. Tidak ada take and give. Dan selalu bersiap mengoreksi hati. Saya Robi, dan saya Bipolar... :)))" Ebook ini juga bukan hanya berisi deretan teks, tapi disertai ilustrasi-ilustrasi (gambar, lukisan, foto) yang menarik dan relevan. Demikian sekilas mengenai ebook "Berdamai dengan Bipolar" yang akan segera rilis. Bagaimana pendapat anda tentang ebook ini? Apakah anda berminat untuk memiliki ebook ini? Terima kasih jika anda berkenan menyampaikannya di komentar. Jika menurut anda artikel ini cukup menarik dan bermanfaat silakan share di twitter atau facebook. Jika mau berlangganan artikel blog ini melalui email, silakan subscribe disini. |
| You are subscribed to email updates from Curhatkita To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
CurhatKita |
| Pelajaran Berharga dari Seorang Janda Tua Posted: 06 Dec 2011 12:47 AM PST |
| You are subscribed to email updates from Curhatkita To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Cewek Bisa Pake |
| Posted: 03 Dec 2011 03:58 AM PST
| |||||||
| You are subscribed to email updates from Cewek Bisa Pake To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |